Minggu, 15 Juli 2012

Marhaban Ya Ramadhan.......Tinggal Menghitung Hari.

Bismillahirrohmanirrohim..............

Asslamualaikum wr wb

Salam hangat terdasyat dan Istimewa untuk semua keluarga yang di rahmati Nya..................
Bagaimana kabar semua ? Alhamdulillah baik dan sehat walafiat kan, amin.



Marhaban Ya Ramadhan 1433 Hijriyah sebentar lagi telah tiba tinggal menghitung hari, sudah siapkah kita menyambut kedatangannya.......sebagai muslim yang baik pasti sudah siapkan ? Dihari yang penuh ceria ini kita sebagai muslim setiap tahun pasti merayakan adanya Puasa Ramadhan selama sebulan.


“Berpuasa itu adalah Perisai (tameng) dari api Neraka, ibarat Perisai salah satu kalian dari peperangan”


Sambut dengan penuh suka cita dan rasa syukur yang teramat dalam? Saling memaafkan dan membuka tali silahturahmi dengan sesama tanpa pandang derajat, harkat ataupun martabat kita semua sama dalam PandanganNya........Semoga Amal Ibadah kita semua di terima Allah SWT, dimudahkan, lancar, dilimpahi rahmat, sehat, hidayah, karunia dan barokallah....amin.

Semua Insan pasti punya salah dan dosa tapi Allah SWT Maha Pemaaf, Pemurah dan Maha Segalanya......Mari kita bersama-sama mempererat ukhuwah islamiyah dengan menjadi insan yang berakhlakul karimah, santun dan salih lahir batin, amin. 

Muslimin - Muslimat perlu diketahui bahwasanya :

Dari Umar bin Khattab ra, Nabi Muhammad SAW bersabda, maksud hadits: Di bulan Ramadhan, apabila seseorang  (yang menjalankan puasa) terbangun dari tidurnya, lalu menggerakkan anggota tubuhnya diatas tempat tidurnya, maka malaikat berseruh: “Bangunlah segera, semoga Alloh memberkati dan memberi rahmat kepadamu”, kemudian apabila ia tegak, hendak melakukan sholat, maka tempat tidurnya pun berdo’a, “Ya Alloh, gantikanlah tempat tidur yang bagus dan tebal baginya”. Ketika ia memakai pakaian, maka pakaianpun berdo’a untuknya,  “Ya  Alloh, berikan pakaian yang indah dari sorga”, pada waktu ia mengenakan sandal, maka sandalpun berdo’a untuknya, “Ya Alloh tegakkanlah kedua kakinya diatas shirath”, dan ketika berwudhuk, maka airpun berdoa untuknya, “Ya Alloh, bersikanlah ia dari segalah noda dan dosa”, dan ketika diangkat kedua tangannya untuk bertakbir dalam sholat, maka rumahnyapun berdoa untuknya, “Ya Alloh, lapangakanlah kuburnya, dan terangkanlah liangnya, serta tingkatkanlah rahmat dan kasih sayangMu pada orang ini”..  Allohu Akbar.

Maksud hadits: “….Bulan Ramadhan awalnya merupakan Rahmat, pertengahanya adalah Maghfiroh (ampunan) dan diakhir bulan Ramadhan adalah Pembebasan dari Api Neraka”.

Termasuk keutamaan bulan puasa bagi seorang hamba yang senatiasa beribadah dengan keimanan dan mengharap Ridho’ Alloh Ta’ala semata, dia akan  menjadi  hamba  yang  beruntung  dan  mendapat derajat yang sangat tinggi disisi Alloh Ta’ala.

Dalam  Hadits  yang  diriwayatkan  oleh  Adaylami (Musnad Alfirdaus),  Rasululloh SAW bersabda, maksud hadits:
“Diamnya seorang yang sedang berpuasa merupakan Tasbih, Tidurnya adalah Ibadah, Do’anya dikabulkan dan amalan baiknya dilipat gandakan”.

Pahala Khushus Dari Alloh Ta’ala, Bagi yang Menjaga Ibadah Puasa
“Dari Abu Huraurah Ra, Berkata: Bahwasanya Rasululloh SAW Bersabda, maksud hadits : Alloh Ta’ala, berfirman, “Semua amal anak adam untuk dirinya kecuali Ibadah puasa, maka sesungguhnya dia (ibadah puasa) untuk-Ku dan Aku yang akan memberi pahala karnanya” (Muttafaqun Alaih).


Hadits tersebut mempunyai nilai khusus (istimewa) untuk siapa saja dari ummat Nabi Muhammad SAW, yang melakukan Ibadah puasa. dalam kalimat “Wa Ana Ajzii Bih..” (Aku yang akan memberi pahala karnanya) merupakan pemberian pahala yang sangat Istimewa, tidak ada yang tahu nilainya kecuali Alloh Ta’ala, dan itu merupakan rahasia Alloh Ta’ala. Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Thobroni dan Imam Baihaqy, Rosulullah SAW  Bersabda, maksud hadits:
 “Ibadah Puasa untuk Alloh Azza wa Jalla, tidak ada yang mengetahui pahala yang melakukanya kecuali Alloh Azza Wa Jalla”

Tentunya, untuk mencapai pahala khusus dalam Ibadah puasa harus memenuhi beberapa syarat/ adab guna menyempurnakan Ibadah seorang hamba, sebagai berikut :
A-Niat  berpuasa karna Alloh Ta’ala, dengan disertai Hati yang Hadir.
B-Menjaga perkara-perkara yang  membatalkan Ibadah puasa (mufthirot) seperti, makan, minum, Masuknya Sesuatu ke Dalam tubuh/ perut dengan disengaja. Termasuk dalam hal ini adalah suntikan yang mengenyangkan dan transfusi darah bagi orang yang berpuasa, berhubungan antara suami istri disaat menjalankan puasa dsb.
C-Menjaga perkara-perkara yang membatalkan pahala Puasa (muhbithot) seperti Ghibah  (menggunjing), Namimah  (adu domba), Berbohong, Melihat wanita yang bukan   mahramnya   dengan Sengaja  disertai  syahwat,  Bersenang  senang    bersama   istri  dengan  Syahwat, Sumpah palsu, Menjadi saksi  palsu, Takabbur (sombong/angkuh),  memutuskan  hubungan  silaturrahim  (permusuhan), berkata kotor dan keji.
D- Bagi kaum Hawa hendaknya tidak sering  keluar Rumah dan apabila keluar dari rumah maka  wajib Menutup Aurat sesuai  syari’at.
Lailatul Qodar
Sesungguhnya Lailatul Qodar diturunkan pada malam yang penuh barokah, rahmat dan ampunan, tidaklah seorang hamba yang ta’at senantiasa di malam itu memohon pada Alloh Ta’ala, kecuali akan dikabulkan. Betapa ruginya seorang hamba bila melewatkan malam tersebut.

Maksud Firman Alloh Ta’ala:
“1.Sesungguhnya Kami telah menurunkan-nya ( Alqur’an ) pada Lailatul Qodar. 2. dan taukah engkau  apakah  Lailatul  Qodar  itu?  3. Lailatul  Qodar  itu  lebih   baik  dari  seribu   bulan.    4. Malaikat dan Ruh (Jibril) turun padanya dengan izin Tuhan-nya membawa segala perintah.  5. Sejahteralah malam itu sampai terbit Fajar.“

Ayat tersebut merupakan Nash dari Alqur’an yang menjelaskan, bahwa Lailatul Qodar adalah kejadian luar biasa yang turun disetiap bulan suci Ramadhan. Segala amal baik yang dilakukan pada malam itu dilipat gandakan pahalanya sehingga seakan-akan seorang hamba beramal selama 1000 bulan. Rasululloh SAW, tidak memberi tahu kepastian terjadinya malam Lailatul Qodar, agar ummat Islam senatiasa menghidupkan Sunnah dan semangat beribadah selama bulan Ramadhan.

Akan tetapi ada beberapa riwayat Hadits shahih yang menjelaskan tanda-tanda turun-nya malam Lailatul Qodar akan terjadi pada hitungan tanggal malam ganjil diantara 10 malam-malam yang terakhir. Ummat Nabi Muhammad SAW, diberi kesempatan untuk meraihnya (Lailatul Qodar), dimana pada malam itu para Mala’ikat diturunkan ke langit bumi guna meng-amini dan mencari siapa saja dari Ummat Muhammad SAW, yang memohon Rahmat, Ampunan dan Derajat yang sangat tinggi (1000 bulan) dari Alloh Ta’ala hingga menjelang fajar. Hanya Orang  Ta’at dan bijak yang akan selalu mencari keutamaan Lailatul Qodar dan meraihnya.

Dari Ubadah Ashomid ra, berkata, maksud Hasits : “Rosulullah SAW, telah memberi kami kabar tentang Lailatul Qodar, Beliau bersabda :

“Lailatul Qodar adalah 10 akhir di bulan Ramadhan, yaitu pada malam 21, atau malam 23, atau malam 25, atau malam 27, atau malam 29, atau diakhir malam Ramadhan. Barang siapa menghidupkan-nya (Sholat) dengan mengharap pahala dari Alloh SWT, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang”

Dalam riwayat yang lain, Rasululloh SAW bersabda, maksud Hadits :

“Barang  siapa menghidupkan (Sholat)  malam  Lailatul Qodar  dengan Ibadah karena iman dan mengharapkan pahala dari Alloh SWT, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu”  (Muttafaqun Alaih).

Perkiraan Tanda-tanda Terjadinya Lailatul Qodar Versi Imam Qolyubi
Dengan Melihat Awal Hari dari Bulan Ramadhan:
Jika awal Ramadhan hari Ahad atau hari Rabu, maka kemungkinan malam Lailatul Qodar pada malam 29.
Jika awal Ramadhan hari Jum’at atau Selasa, maka kemungkinan Lailatul Qodar pada      malam 27.
Jika awal  Ramadhan  hari Kamis, maka kemungkinan malam Lailatul Qodar pada malam 25.
Jika awal Ramadhan hari Sabtu,maka kemungkinan malam Lailatul Qodar pada malam 23.
Jika  awal  Ramadhan  hari senin, maka  kemungkinan  malam  Lailatul  Qodar pada  malam 21.

Adapun tanda-tanda malam Lailatul Qodar adalah udara pada malam itu tidak panas dan tidak dingin (sedang), ke-esokan harinya matahari tidak terlalu panas.

Alhasil, kunci utama untuk mendapatkan “Lailatul Qodar” adalah ibadah dari awal puasa Ramadhan hingga Akhir dengan hati yang ihlash, khusu’, melawan Hawa Nafsu (Syaithon) dengan menghindari segala macam bentuk kema’siatan serta meperbanyak Ibadah terutama sholat malam (Qiyamul Lail) di bulan suci Ramadhan dan istiqamah.

Termasuk kewajiban kita untuk menjaga dan meperingatkan keluarga kita dari hal hal yang merusak akhlaqnya seperti menonton tayangan-tayangan  (ma’siat) televisi yang tidak mendidik dan merusak moral/ mental ummat Islam, khususnya pada anak-anak kita. Tentunya tayangan-tayangan itu jika ditonton, akan menggugurkan pahala ibadah puasa kita, terlebih lagi acara ma’siat tersebut ditayangkan disaat menjelang waktu sahur. Semestinya mereka wajib menghormati ummat Islam yang  sedang  melaksanakan  ibadah puasa Ramadhan,  sementara  Pemerintah/ MUI seakan tak berkutik dan  terkesan APATIS untuk bertindak melarang tayangan-tayangan yang tidak bermoral tersebut.

Seputar Hukum Puasa Ramadhan
Wajib bagi setiap Muslim dan Muslimah mempelajari hukum hukum Ibadah Puasa, khususnya di bulan Ramadhan, guna menyempurnakan Ibadahnya. Banyak sekali diantara kita yang tidak memahami hukum hukum Islam khususnya dalam masalah Ibadah, akhirnya mereka beribadah tanpa ilmu (hukum-hukum ibadah) akibatnya ibadah mereka tertolak (tidak diterima). Semua ini disebabkan kesalahan para orang tua yang kurang memperhatikan putra putrinya dalam pendidikan agama. Kelak di Akhirat  mereka akan ditanya oleh Alloh Ta’ala, soal tanggung jawab dalam mendidik putra putrinya. Jika kita salah mendidik, bukan tidak mungkin anak anak  kita akan menuntut di Akhirat kepada orang tua mereka  dihadapan Alloh Ta’ala, yang berakibat kita terjerumus kedalam  jurang JAHANNAM. Na’uudzu billahi min dzalik.

Syarat-syarat Wajibnya Puasa Ramadhan :
1-Orang Islam.
2-Mukallaf (aqil&baligh) wajib bagi orang tua mendidik puasa sebelum putra putrinya masuk umur baligh.
3-Mampu berpuasa (tidak wajib bagi orang tua yang tidak mampu & orang sakit yang tidak ada harapan sembuh Maka wajib bagi keduanya membayar fidyah, satu mud/ 6,25 ons dari beras/ hari.  Bagi  kaum wanita  yang  haid/ nifas, hukumnya  haram  beribadah puasa  dan  wajib  meng-qadha’).
4-Sehat  (tidak  wajib  bagi  orang  sakit  berpuasa  dan  wajib  meng-qadha’  ketika  sembuh).
5-Muqim (tidak wajib bagi musafir melebihi marhalatain/ 82km dan saat melakukan bepergian sebelum waktu fajar & wajib meng- qadha’. Jika melakukan bepergian stelah fajar/ subuh, maka tetap wajib berpuasa.

Rukun rukun Puasa ada dua :
1-Niat (wajib di hati, adapun talaffud/ ucapan merupakan sunnah). Niat puasa merupakan hal yang sangat  penting, puasa wajib tanpa niat dalam hati tidak Sah, disengaja maupun tidak, kecuali puasa sunnah, apabila lupa, boleh niat hingga menjelang waktu dhuhur, asal setelah waktu fajar/subuh tidak ada makanan/minuman yang masuk kedalam perut atau junub/hadats besar. Masuknya waktu Niat, setelah Maghrib hingga menjelang waktu fajar/subuh dan di anjurkan “IMSAK” (menahan makan, kira-kira -+10 menit sebelum masuk waktu fajar/subuh). Hal ini (IMSAK) tidak ada dasar syar’i/ anjuran yang kuat, namun mendapat pahala sunnah apabila yang dimaksud adalah IHTIATH.

Banyak terjadi diantara kita ummat islam, apa bila mendengar azan subuh, mereka  masih makan/minum, dan jika hal ini dilakaukan, maka puasanya batal, (alasanya, tidak mungkin mu’addzin mengumandangkan adzan sebelum fajar/ subuh, jadi bagi yang masih makan saat adzan berarti ia makan setelah masuk waktu fajar/ subuh di bulan Ramadhan/ puasa wajib). Oleh sebab itu di anjurkan IMSAK guna menghindari hal tersebut.

2. -Meninggalkan  segala  macam  yang membatalkan  puasa,   kecuali  lupa atau  jahil ma’dzur (orang  yang  tidak  mengerti   hukum puasa  disebabkan  kehidupan-nya  jauh  dari  ulama’).

Sumber wacana dariSINI bisa juga dapatkan wacana lain diSANA


Sebelum dan Sesudahnya Mohon Maaf Lahir dan Batin untuk semua muslimin-muslimat, mukminin-mukminat, saudara-saudari yang dimuliakan Allah seantero penjuru dunia? Apabila Kami dan keluarga punya kesalahan dan yang tak berkenan dihati kalian, baik ucap dan perbuatan selama hidup, Mohon diMaafkan yang sebesar-besarnya dan terima kasih sudah menjadi sahabat yang baik........

Semoga bermanfaat untuk kita semua agar kita selamat dunia akhirat.........amin.

Salam ukhuwah islamiyah untuk semua keluarga dimanapun berada, Jazakumulloh khoiron katsiro.......

wsslamualaikum wr wb
Share

0 komentar:



:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))
:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j:
:ka: :kb: :kc: :kd: :ke: :kf: :kg:
:kh: :ki: :kj: :kk: :kl: :km: :kn: :km: :ko:

Poskan Komentar

Silahkan Memberikan Kritik $ Saran :