Tampilkan postingan dengan label Teladan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teladan. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Juli 2012

Syurga Ada Di Telapak Kaki Ibunda Tercinta

Bismillahirrohmanirrohim................

Asslamualaikum wr wb


Kisah Islami : Inilah Akibat Memperlakukan Seorang Ibu Sebagai Pembantu Bagi Dirinya

Seorang anak berlaku kasar kepada ibunya. Dia tidak hanya suka teriak-teriak di wajahnya, akan tetapi suka mencaci dan memakinya. Ibunya yang telah tua, seringkali berdoa kepada Allah ta’ala agar Allah meringankan kekerasan dan kekejaman anaknya. Dia menjadikan ibunya sebagai pembantu yang membantu dan mengurusi segala kebutuhannya, sedangkan ibunya sendiri tidak membutuhkan pengurusan dan bantuannya. Betapa sering air matanya mengalir di kedua pipinya, berdoa kepada Allah ta’ala agar memperbaiki belahan hatinya dan memberikan hidayah kepada hatinya.


Pada suatu hari dia menemui ibunya dengan raut wajah kejahatan yang terlihat dari kedua matanya. Dia berteriak-teriak di wajah ibunya, “Apakah ibu belum menyiapkan makanan juga?” Dengan segera ibunya mempersiapkan dan menghidangkan makanan untuknya. Akan tetapi tatkala dia melihat makanan yang tidak dia suka, maka dia melemparnya ke tanah.

Dia marah dan berucap, “Sungguh, aku kena musibah dengan wanita yang sudah tua renta, aku tidak tahu, kapan aku bisa berlepas diri darinya.” Ibunya menangis seraya berkata, “Wahai anakku, takutlah kamu kepada Allah terhadapku. Tidakkah kamu takut kepada Allah? Tidakkah kamu takut akan murka dan kemarahanNya?” Karena mendengar kata-kata ibunya, maka kemarahannya pun memuncak, dia memegang baju ibunya dan mengangkatnya. Dia mengguncang-guncang ibunya dengan kuat seraya menghardik, “Dengar, aku tidak mau dinasihati. Bukan aku yang mesti dibilang harus bertakwa kepada Allah.”

Lalu dia melempar ibunya. Ibunya jatuh tersungkur. Tangisnya bercampur dengan tawa anaknya yang penuh dengan kepongahan seraya mengatakan, “Ibu pasti akan mendoakan kecelakaan bagiku. Ibu mengira Allah akan mengabulkannya.” Kemudian dia keluar rumah sambil mengolok-olok ibunya. Sementara sang ibu, dia berlinangan air mata kesedihan, menangis siang dan malam tiada henti.

Adapun anaknya, dia lalu menaiki mobilnya. Bergembira dan bersuka cita sambil mendengarkan musik. Dia kencangkan volume tapenya. Dia lupa akan apa yang telah dia perbuat terhadap ibunya yang malang. Dia meninggalkan ibunya dalam keadaan bersedih hati sendirian, hatinya menelan rasa sakit, mengalami kesedihan yang sangat mendalam.

Dia punya acara ke luar kota. Tatkala mobilnya melaju di jalan raya dengan kecepatan membabi buta, tiba-tiba ada seekor unta berada di tengah jalan. Dia terguncang dan kehilangan keseimbangan. Dia mencoba untuk menguasai keadaan, akan tetapi tidak ada jalan keluar dari takdir. Dalam kecelakaan itu, ada potongan besi mobil yang masuk ke dalam perutnya, akan tetapi dia tidak langsung tewas. Allah ta’ala menangguhkan kematiannya. Dia berpindah dari operasi satu ke operasi yang lain, hingga akhirnya terbaring di tempat tidur, tidak bisa bergerak sama sekali. (Aqibah Uquq al-Walidain, hal. 69-71.)

Sumber terpercaya : HERE “Sungguh Merugi Siapa yang Mendapati Orang Tuanya Masih Hidup Tapi Tidak Meraih Surga”, Ghalib bin Sulaiman bin Su’ud al-Harbi, Pustaka Darul Haq Jakarta.


Semoga Bermanfaat dan diambil hikmahnya karena pesan yang tersirat adalah bahwa kita jangan pernah sakiti hati ibu yang telah melahirkan dan merawat kita dengan penuh cinta kasih yang tulus…SubhanAllah, Syurga Ada Di Telapak Kaki Ibu….Ingat…Ingat dan Tanamkan dari Hati sobat..syukron

Silahkan Sobat - sobat yang baik, yang mau share atau co-pas kisah teladan ini, dengan senang hati. Semoga pula Allah Ta’ala berikan pahala kepada yang membaca, yang menulis, yang menyebarkan, yang mengajarkan dan yang mengamalkan… Aamiin, Aamiin, Aamiin ya Alloh ya Rabbal’alamin …

Wasslamualaikum wr wb
readmore »»  
Share

Minggu, 15 Juli 2012

Cara Meningkatkan Rentang Atensi Si Buah Hati

Bismillahirrohmanirrohim..................

Asslamualaikum wr wb

Jika ujian sekolah sudah didepan mata dan anak masih juga ogah-ogahan dalam belajar, apa yang akan dilakukan oleh orangtua? Kebanyakan orangtua merasa tidak berdaya saat berhadapan dengan anak yang overaktif dan selalu gelisah. Terutama saat tugas-tugas sekolah mulai menumpuk, dan ulangan pun sudah menghadang di depan mata.
Tidak mau duduk di meja selama lebih lebih dari satu jam, bagaimana mungkin bisa menghadapi ujian? Ini adalah reaksi panik alami yang dialami oleh banyak orangtua, tetapi satu kepanikan akan memicu kepanikan yang lain.

Oleh karena itu, tidak perlu panik, dan segera berkonstrasi pada cara-cara berikut dimana orangtua dapat membantu anak berkonsentrasi pada ujian-ujian yang harus dihadapi.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan :
1. Men-setup sebuah rutinitas pada anak
Rutinitas itu perlu, terutama pada anak pelajar yang selalu berhadapan dengan beragam tugas dan ujian. Anak harus mempunyai sebuah rutinitas khusus yang disesuaikan dengan jadwal ujian yang dihadapi. Jika kebiasaan ini ditanamkan sejak dini, maka si anak pun akan dapat efektif menjawab segala tantangan yang dihadapinya.

2. Menyediakan meja belajar
Banyak orang berpendapat bahwa dekorasi dan perabotan tidak begitu berpengaruh pada konsentrasi, tapi anak memerlukan lebih banyak perhatian dalan suasana yang kondusif. Begitupun jika anak berbaring di tempat tidur sambil membaca, maka akan sangat mungkin anak akan lebih cepat jatuh tertidur.


3. Memantapkan waktu belajar, minimal satu jam perhari
Biasanya dibutuhkan waktu minimal 8-10 menit untuk dapat membersihkan pikiran dari gangguan ketika duduk untuk mulai belajar. Jadi saat anak mulai in the mood, biarkan anak tetap berada disana selama 50 menit ke depan atau lebih. Jauhkan si anak dari bermacam gangguan saat sedang asyik belajar. Jika tidak maka dikhawatirkan fokusnya pun akan segera hilang kembali.

4. Tetapkan tujuan
Sangat penting untuk memutuskan berapa banyak target yang dicapai anak dalam satu jam belajar. Yang menjadi fokus utama orangtua adalah menetapkan target realistis sehingga anak menjadi senang belajar dan tidak merasa terbebani oleh target tersebut.

5. Makan makanan ringan
Orangtua dapat menawarkan kepada anak beberapa makanan ringan, jus atau milk shake. Asupan makanan berat pasti akan membuat anak mudah merasa lesu dan malas.


6. Menumbuhkan keyakinan / memotivasi
Jangan pernah membiarkan anak tenggelam dalam perasaan ragu dan khawatir. Jadikan anak merasa yakin pada kemampuannya, terutama disaat terakhir dan beragam ujian sudah menghadang di depan mata.

Selamat mencoba dan terapkan pada si buah hati anda dengan lebih bijaksana menyikapi setiap permasalahan si kecil dan sebagai ORTU kita harus benar-benar memahami apa saja yang dilakukan Anak Tercinta kita dalam meningkatkan mutu belajar dan kreativitasnya dalam dan luar rumah.........ty.

Wasslamualaikum wr wb


readmore »»  
Share

Selasa, 03 Juli 2012

Mulianya Hatimu Ibu Yang Sebening Embun Pagi

Bismillahirrohmanirrohim........................

Asslamualaikum wr wb

Kasih Ibu Sepanjang Masa.......

Terlintas teringat lagu  like this :
Kasih ibu,
Kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi,
Tak harap kembali,
Bagai sang surya, menyinari dunia.

Alhamdulillah sebegitu mulianya dirimu ibu dengan ketekunan & kelembutan yang tercurahkan selama ini, membuat anakmu ini begitu bangga dan bersyukur karena semua jasa & kasih sayangmu yang tanpa pamrih memberikan kontribusi dan nilai-nilai kebaikan dalam jalani hidup ini menjadi lebih baik kelak kukan jadi seperti dirimu jadi sosok ibu yang penyayang dan baik untuk anak-anaknya dan istri yang soleha untuk suami tercinta.

Hatimu selembut sutra dan tutur bahasamu santun menyejukkan hati ini, SubhanAllah betapa bersyukurnya aku dilahirkan dari rahim seorang ibu yang cantik lahir batin. disaat aku masih belum bisa mengenal dunia hingga kini aku sudah berkeluarga ibu masih selalu dalam sanubariku karena sudah menjadi bagian dari hidupku segalanya selain suami dan anak-anak ku nanti. Tanpa terkecuali juga rasa syukur yang tak terhingga, cinta kasih dan ridho Allah SWT yang utama." I LOVE YOU ALL 4EVER TILL THE END "

Jika teringat masa kecilku aku jadi tak bisa menahan air mata yang menetes dipipi ini, dikala aku lagi sakit ibu selalu ada buatku untuk ikhlas merawatku dengan penuh kasih sayang dan sentuhan lembut jemari tangannya merengkuh aku dalam buaian hangat tubuhnya. terkadang lumrah jika hal itu sangat aku rindukan apalagi sekarang ternyata yang menggantikan itu adalah suamiku tercinta, karena selama kita sudah hidup berumah tangga beban tanggung jawab bukan pada ortu lagi tapi lebih pada pasangan hidup kita pastinya.

Sewaktu masih kecil mungkin aku begitu membuat ibu repot dan pernah bikin marah ibuku, tapi meski begitu ibu tak lelah menasehati dan memberi perhatian lebih padaku untuk tak mengulangi lagi sikap/sifat burukku. aku merasa bersalah jika melihat ibu merasa hatinya galau dan sedih ketika anaknya mulai berontak dan tak mau menurut, kasihan? Aku tak mau melihat air mata yang keluar dari pipimu ibu bukan untuk kesedihan tapi simpanlah untuk kebahagiaan.

Senyum simpul dan tampak merona di wajahmu yang mulai keriput membuatku lega karena meski aku sudah ada suami, ibu selalu tulus hati dan selalu berdoa buat anak-anaknya untuk tetap memberikan support dan perhatian juga curahan kasih sayang yang luar biasa takkan pernah pupus sampai kapanpun. karena tanpa ibu aku tak brarti apa-apa dan bukan siapa-siapa?

Kesetiaan ibu pada bapak, kasih sayang dan kebaikan yang tercurahkan pada aku dan adik-adikku, memberikan motivasi yang baik dalam hidupku untuk menjadi seperti ibuku. Nilai-nilai positif dan semangat itulah akan ku kenang selalu sampai akhir hayatku, jasa, pengabdian dan pengorbanan yang diberikan pada anak-anaknya membuat pelajaran yang berharga nanti untuk anak-anakku juga karena pasti mereka bangga bisa punya sosok nenek dan ibu yang baik dan soleha lahir batin,amin.

Seiring berjalannya waktu aku merasa masih belum bisa memberikan kebahagiaan yang lebih pada ibu, ingin sekali bisa dan akukan berusaha untuk itu, setiap ketemu sama ibu.....bu doanya selalu buat anakmu ini agar selalu diberi kemudahan untuk bisa memberikan kebahagiaan yang lebih buat ibu dan keluarga selalu diberi sehat, berlimpah rezky, rahmat, hidayah, selamat dunia akhirat dan barokallah...amin 3x. senyum diwajahnya meluluhkan hatiku yang galau dan sejukkan pikiranku, SubhanAllah......I Love You MOM.

Sosok ibu membuatku menjadi lebih bersemangat dalam jalani hari-hari bersama keluarga baruku meski belum dikaruniai anak / momongan, terkadang harapan ibuku ingin sekali menimang cucu tapi karena Allah belum percayakan amanah itu ya gimana lagi harus sabar, pasrah, tetap ikhtiar dan selalu berdoa?
Mohon doanya ya sobat-sobat yang dimuliakan Allah SWT................mudah-mudahan bisa secepatnya punya sang buah hati agar aku bisa merealisasikan gimana jadi ibu seperti sosok ibuku yang baik hati dan soleha,amin.


Kok jadi Curhat gini ya, hehehe............ya mudah-mudahan bisa jadi pembelajaran buat sobat yang lain agar bisa memperlkukan ortu terutama ibu dengan sangat baik dan memberikan kebahagiaan lahir batin gimana membuat ibu selalu tersenyum dan bahagia? Ingat jangan pernah menyakiti hati ibu karena Allah SWT akan melaknat kita nantinya, Naudubilaminzalik......


Sebagaimana dikemukakan dalam sebuah hadits,

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Berbuat baik kepada ibu adalah amal sholeh yang sangat bermanfa’at untuk menghapuskan dosa-dosa. Ini artinya, berbakti kepada ibu merupakan jalan untuk masuk surga.

Jangan Mendurhakai Ibu
Dalam sebuah hadits Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

عن المغيرة بن شعبة قال : قال النبي صلى الله عليه و سلم : إن الله حرم عليكم عقوق الأمهات ووأد البنات ومنع وهات . وكره لكم قيل وقال وكثرة السؤال وإضاعة المال

“Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian berbuat durhaka kepada ibu-ibu kalian, mengubur anak perempuan hidup-hidup, menolak kewajiban dan menuntut sesuatu yang bukan menjadi haknya. Allah juga membenci jika kalian menyerbarkan kabar burung (desas-desus), banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta.” (Hadits shahih, riwayat Bukhari, no. 1407; Muslim, no. 593, Al-Maktabah Asy-Syamilah)

Ibnu Hajar memberi penjelasan sebagai berikut, “Dalam hadits ini disebutkan ‘sikap durhaka’ terhadap ibu, karena perbuatan itu lebih mudah dilakukan terhadap seorang ibu. Sebab,ibu adalah wanita yang lemah. Selain itu, hadits ini juga memberi penekanan, bahwa berbuat baik kepada itu harus lebih didahulukan daripada berbuat baik kepada seorang ayah, baik itu melalui tutur kata yang lembut, atau limpahan cinta kasih yang mendalam.” (Lihat Fathul Baari V : 68)

Sementara, Imam Nawawi menjelaskan, “Di sini, disebutkan kata ‘durhaka’ terhadap ibu, karena kemuliaan ibu yang melebihi kemuliaan seorang ayah.” (Lihat Syarah Muslim XII : 11)

Buatlah Ibu Tertawa

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : جئْتُ أبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ، وَتَرَكْتُ أَبَوَيَّ يَبْكِيَانِ، فَقَالَ : ((اِرْخِعْ عَلَيْهِمَا؛ فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا))

“Seseorang datang kepada Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Aku akan berbai’at kepadamu untuk berhijrah, dan aku tinggalkan kedua orang tuaku dalam keadaan menangis.” Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis.” (Shahih : HR. Abu Dawud (no. 2528), An-Nasa-i (VII/143), Al-Baihaqi (IX/26), dan Al-Hakim (IV/152))

Jangan Membuat Ibu Marah

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ : رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَاالْوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَلَدِ.
“Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, ia berkata, “Ridha Allah tergantung ridha orang tua dan murka Allah tergantung murka orang tua.“ (Adabul Mufrod no. 2. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan jika sampai pada sahabat, namun shahih jika sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam)

Kandungan hadits diatas ialah kewajiban mencari keridhaan kedua orang tua sekaligus terkandung larangan melakukan segala sesuatu yang dapat memancing kemurkaan mereka.
Seandainya ada seorang anak yang durhaka kepada ibunya, kemudian ibunya tersebut mendo’akan kejelekan, maka do’a ibu tersebut akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. 

Sebagaimana dalam hadits yang shahih Nabi Shalallaahu ‘alaihi wa sallambersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ، لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ.

“Ada tiga do’a yang dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tidak diragukan tentang do’a ini: (1) do’a kedua orang tua terhadap anaknya, (2) do’a musafir-orang yang sedang dalam perjalanan-, (3) do’a orang yang dizhalimin.” (Hasan : HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad (no. 32, 481/Shahiih Al-Adabil Mufrad (no. 24, 372))

Jika seorang ibu meridhai anaknya, dan do’anya mengiringi setiap langkah anaknya, niscaya rahmat, taufik dan pertolongan Allah akan senantiasa menyertainya. Sebaliknya, jika hati seorang ibu terluka, lalu ia mengadu kepada Allah, mengutuk anaknya. Cepat atau lambat, si anak pasti akan terkena do’a ibunya. Wal iyyadzubillaah..

Sobat…jangan sampai terucap dari lisan ibumu do’a melainkan kebaikan dan keridhaan untukmu. Karena Allah mendengarkan do’a seorang ibu dan mengabulkannya. Dan dekatkanlah diri kita pada sang ibu, berbaktilah, selagi masih ada waktu…


Curahkan kasih sayangmu pada ortu terutama ibu kita agar kita selamat dunia akhirat dan jalan kita diberikan Allah SWT kemudahan nantinya...........amin.
Met kumpul keluarga terkasih dan berikanlah cinta pada mereka dengan sepenuh hatimu..........
Met berjuang sobat................sukses
wsslmualaikum wr wb






readmore »»  
Share

Rabu, 20 Juni 2012

JADILAH ORANG TUA YANG PENYANYANG DAN PENYABAR


Inilah alasan kenapa ORTU tidak boleh memarahi anak/si kecil.

 

 

Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Di 29 negara, kekerasan terhadap anak yang dilakukan orang dewasa adalah sebuah perbuatan melanggar hukum. Di 113 negara, sekolah juga dilarang memberikan hukuman dengan memukul.

Meskipun saat ini sudah jarang terjadi, tetap masih ada saja orangtua yang memukul jika anaknya membuat kesal. Padahal tindakan itu sebaiknya dihindari karena bisa berefek buruk pada anak.

Dr. Peter Newell, koordinator organisasi End of Punidshment of Children mengatakan, semua orang berhak mendapat perlindungan atas kebebasan fisik mereka, anak-anak termasuk orang yang berhak itu. Selama beberapa tahun terakhir ini pun, cukup banyak psikolog dan sosiolog yang merekomendasikan agar orangtua tidak memukul saat anak melakukan hal yang tidak baik atau mengesalkan.

Berikut ini alasan kenapa Anda sebaiknya tidak memukul anak:

1. Memukul anak malah mengajarkan mereka untuk menjadi orang yang suka memukul. Cukup banyak penelitian yang menunjukkan bahwa anak yang sering dipukul memiliki perilaku agresif dan menyimpang saat mereka remaja dan dewasa.

Anak-anak secara alami belajar bagaimana harus bersikap melalui pengamatan dan meniru orangtua mereka. Makanya jika Anda suka memukul, saat dewasa nanti, mereka pun akan menganggap apa yang Anda lakukan itu memang boleh dilakoni.

2. Anak-anak berperilaku tidak baik biasanya karena orangtuanya atau orang yang mengasuhnya melupakan kebutuhannya. Kebutuhan itu di antaranya, tidur yang cukup, makanan bernutrisi, udara segar dan kebebasan mengeksperikan diri untuk bereksplorasi.

Orangtua terkadang melupakan kebutuhan anak tersebut karena terlalu sibuk dengan urusan mereka sendiri. Ditambah lagi stres yang melanda membuat orangtua jadi cepat emosi saat anak mulai menunjukkan sikap tidak baiknya.

Sangat tidak adil jika akhirnya si anak dipukul hanya karena sikap tidak baiknya yang awalnya sebenarnya adalah kesalahan orangtua.

3. Hukuman malah membuat anak tidak belajar bagaimana seharusnya menyelesaikan konflik dengan cara yang efektif dan lebih manusiawi. Anak yang dihukum jadi memendam perasaan marah dan dendam. Anak yang dipukul orangtuanya pun jadi tidak bisa belajar bagaimana menghadapi situasi yang serupa di masa depan.

4. Hukuman untuk anak dengan kekerasan bisa mengganggu ikatan antara orangtua dan anak. Ikatan yang kuat seharusnya didasari atas cinta dan saling menghargai.

Jika Anda memukul anak, dan si anak kemudian menuruti perkataan Anda, apa yang dilakukannya itu hanya karena dia takut. Sikap itu pun tidak akan bertahan lama karena pada akhirnya anak akan memberontak lagi.

5. Anak yang mudah marah dan frustasi tidaklah terbentuk dari dalam dirinya. Kemarahan tersebut sudah terakumulasi sejak lama, sejak orangtuanya mulai memberinya hukuman dengan kekerasan.

Hukuman itu memang pada awalnya sukses membuat anak bersikap baik. Namun, saat si anak beranjak remaja dan menjadi dewasa, hukuman itu malah menjadi buah simalakama.

6. Anak yang dipukul di bagian sensitifnya, bisa membuat anak mengasosiasikan hal itu antara rasa sakit dan kenikmatan seksual. Pemikiran tersebut akan berdampak buruk, terutama jika anak tidak mendapat banyak perhatian dari orangtuanya, kecuali hanya saat dihukum.

Anak yang mengalami hal tersebut akan tumbuh menjadi anak yang kurang percaya diri. Mereka percaya, mereka tidak layak mendapatkan hal yang lebih baik.

7. Hukuman fisik bisa membuat anak menangkap pesan yang salah yaitu 'tindakan itu dibenarkan'. Mereka merasa memukul orang lain yang lebih kecil dari mereka dan kurang memiliki kekuatan, memang boleh.

Saat dewasa, anak ini akan tumbuh menjadi orang yang kurang memiliki kasih sayang pada orang lain dan takut pada orang yang lebih kuat dari mereka.

8. Berkaca dari orangtuanya yang suka memukul, anak belajar kalau memukul merupakan cara yang bisa dilakukan untuk mengeksperikan perasaan dan menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, sungguh memukul anak bukanlah cara yang tepat untuk mendidik mereka atau membuat mereka jadi orang yang lebih baik.

Wassalam,

Sumber:
Dikutip dari Natural Growth
readmore »»  
Share